Manajemen Produksi
- Adanya pembagian kerja dan spesialisasi, pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik. Pekerjaan yang semula terkonsentrasi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak-pihak lainnya, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik pada waktu yang telah ditentukan.
- Revolusi Industri. Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi Industri di Inggris tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi, budaya dan politik yang lebih luas. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat di bidang perdagangan, industri dan teknik di Eropa.
- Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer. Akhir-akhir ini manajer produksi banyak memberi perhatian pada perkembangan teknologi canggih. Terdapat perubahan yang drastis atau radikal dalam penggunaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robot, alat perkantoran yang otomatis, dan lain-lain. Pada banyak hal, manajer produksi mengintegrrasikan teknlogi canggih ke dalam bisnisnya.
- Perkembangan ilmu dan metode kerja dalam era manajemen ilmiah. penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut : pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku, Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah, pelatihan pekerja dengan metode baru, pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja.
Pengertian manajemen produksi tidak terlepas dari pengertian manajemen.
Dalam manajemen didapati kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk
mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan
kegiatan-kegiatan orang lain. Sedangkan organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen atau alat manajemen dalam mencapai tujuannya.
Manajemen Produksi
merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan
sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan
sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk
menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
Pengertian Produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan
dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu
barang dan jasa. Penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas
karena entuk dan tempat ini membutuhkan faktor-faktor produksi.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
dilihat kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu sebagai beriut:
- Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty)
- Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
- Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty)
- Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentang dengan keadaan lain
FUNGSI SISTEM PRODUKSI
Secara umum produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam pengolahan
dan pengubahan masukan (input) enjadi keluaran (output) berupa barang
atau jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan. Beriut ini 4
fungsi terpenting dalam produksi dan operasi :
- Proses pengolahan, meupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
- Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
- Perencanaan, meupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam sutu dasar waktu atau periode tertentu.
- Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksannya kegiatn yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masuan dapt dilaksanakan.
