Inflasi
Apa itu inflasi ?!
Let see…
Di dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu
proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) yang berkaitan
dengan mekanisme pasar sehingga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara
lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang
memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya
ketidaklancaran distribusi barang.
inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi
inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi
Inflasi bisa dikatakan
sebagai indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika
proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling
pengaruh-memengaruhi. inflasi juga dapat diartikan sebagai peningkatan
persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai
penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi,
dua yang paling sering digunakan adalah CPI
dan GDP Deflator.
(Sumber
Wikipedia)
Tahun 2015 nanti akan menjadi sebuah tantangan besar bagi Indonesia. Berbagai isu domestik dan internasional akan terus menghantui kinerja perekonomian Indonesia kedepan. Kabar baiknya adalah, Indonesia masih tampak kuat dengan segala indikator makroekonominya. Data memperlihatkan bahwa selama lima tahun terakhir (2008-2014), ekonomi Indonesia mampu tumbuh rata-rata sebesar 5,9 persen (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya (2002-2007) yang tumbuh sebesar 5,1 persen (yoy). Tekanan inflasi pun sudah mulai melunak sebagai konsekuensi dari turunnya tren harga-harga komoditas di pasar internasional.
Penggolongan
Inflasi
Inflasi itu sendiri terbagi dua yaitu Inflasi dari dalam negeri dan Inflasi
dari luar negeri , kalo inflasi dari dalam negeri itu karena adanya deficit anggaran
belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang
berakibat harga bahan pangan menjadi mahal , nah kalo inflasi dari luar negeri
itu karena harga barang impor naik sehingga biaya produksi barang luar negeri
pun tarifnya ada kenaikan impor barang.
Inflasi juga
dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga yaitu :
- Inflasi tertutup (Closed Inflation) : Kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu.
- Inflasi terbuka (Open Inflation) : Kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.
- Inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflation) : Kenaikan harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang merosot.
Tingkat indikator inflasi :
- Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun)
- Inflasi sedang (antara 10% sampai dengan 30% per tahun)
- Inflasi berat (antara 30% sampai dengan 100% per tahun)
- Hiperinflasi (lebih dari 100% per tahun)
Bank sentral
memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi , bank sentral pada umumnya
berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank
sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa
kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral termasuk
pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank
sentral yang kurang independen salah satunya disebabkan intervensi pemerintah
yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian , Saat
ini pola inflation targeting banyak
diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.
Inflasi di Indonesia tinggi pada zaman Presiden
Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent (“kalau
perlu uang, cetak saja”). Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan
inflasi - akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, antara
lain oleh karena Bank Indonesia masih punya misi ganda, antara lain sebagai
agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas. Pada
saat reformasi mulai zaman Presiden Habibie, maka fungsi Bank Indonesia jadi
mengutamakan penjagaan nilai rupiah.
Berikut kutipan mengenai inflasi
Berikut kutipan mengenai inflasi
Namun kita juga seharusnya sadar bahwa pemilu demokratis yang telah kita lalui serta kegemilangan dalam mempertahankan pelbagai indikator ekonomi utama yang moderat ditengah krisis tidak lantas menyelamatkan kita dari terjangan krisis di masa mendatang. Beberapa indikator utama ekonomi utama seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi dan nilai tukar rupiah masih akan dihantui pemburukan dengan kombinasi berbagai faktor eksternal dan internal.
Sumber kutipan dari materi seminar IEO'15 at FEUI

