Dunia Bisnis di 2015 dinilai akan menghadapi cobaan berat

08.17 0 Comments A+ a-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2015 sudah di depan mata, bagaimana gambaran dunia bisnis di 2015?  Pakar bisnis sekaligus Executive Director & CEO IPMI, Jimmy M. Rifai Gani, MPA memiliki pandangannya sendiri. Menurutnya dunia bisnis di tahun 2015 akan sangat sulit.

Melihat acuan dari adanya pergolakan ekonomi dan nilai tukar rupiah yang kian melemah dan harga komoditas juga turun , dimana nantinya akan berdampak pada daya beli namun hal ini bisa dimanfaatkan karena ekspor produk indonesia bisa menjadi lebih kuat , pebisnis yang kuat akan handal dalam menghadapi persoalan seperti ini." ucap Jimmy M. Rifai Gani, MPA

Menurut saya ya memang bukan hal baru lagi ketika cobaan berat datang , dalam dunia bisnis pasti ada persaingan karena persaingan dapat menguji tantangan mental kita apakah untuk bertahan , ataupun memenangkan bahkan kita bisa kalah di persaingan apapun. nah kalo pakar bisnis memiliki pandangan dunia bisnis di tahun 2015 dirasa akan sulit mungkin karena adanya persaingan tapi persaingan ini bukan datang dari tetangga rumah yg membuka usaha sama seperti kita ataupun dari kota lain tetapi persaingan yang akan datangnya dari luar negeri entah dari negara tetangga sekalipun , orang-orang pasti sudah mendengar banyak istilah MEA ini terkait MEA yg akan datang sebentar lagi masuk , dunia industri bisnis indonesia harus mampu menghadapi persaingan tsb dengan strategi pemasaran yg bagus dan kualitas produk yg bagus yg tak kalah dengan produk luar juga

Pasar Bebas ASEAN 2015

12.30 0 Comments A+ a-

Pada topik kali ini isu yang akan saya bahas mengenai pasar bebas ASEAN 2015 yang sebentar lagi kita akan hadapi terkait pasar bebas ASEAN 2015 ini pasti ada pengaruhnya di dalam dunia bisnis mungkin nanti akan banyak persaingan antar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dalam hal ini pemerintah bersinergi menyiapkan strategi untuk pasar bebas ASEAN , "pemerintah menyatakan akan menggenjot ekspor produk manufaktur agar Indonesia tidak hanya bergantung pada penjualan sumber daya alam. Dengan begitu, Indonesia akan mampu bersaing di MEA 2015".

saat ini Indonesia hanya mengandalkan penjualan sumber daya alam untuk mendorong ekspor.
"Sekarang ini produk primer 65%, produk manufaktur hanya 35%. Ini akan berubah dalam 3-5 tahun ini," tegas Gobel.
Dia menjanjikan, dalam 3-5 tahun ke depan ekspor Indonesia akan didominasi produk olahan atau manufaktur. "Produk manufakturnya 65%, produk primer 35%," ujarnya.
Sumber daya alam yang selama ini dijual ke luar negeri, lanjut Gobel, akan diolah di dalam negeri menjadi barang jadi. Dengan begitu, Indonesia bisa menikmati nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam.
"Produk pangan yang selama ini kita eksport bagaimana terjadi nilai tambah. Menjadi produk produk dalam proses, pemerintah juga akan melindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk impor. Caranya adalah menerapkan standar bagi produk-produk impor yang masuk ke Indonesia." katanya.

Ucap Rachmat Gobel Menteri Perdagangan seperti yang dilansir oleh Detik.com klik disini

Menurut saya sikap perspektif dari pemerintah itu bagus indonesia jangan hanya mengeksplorasi alam saja , harus tingkatkan kualitas masyarat indonesia pun pasti bisa untuk membuka lahan bisnis berbasis home industry untuk menghasilkan produk yang bisa digunakan atau dikonsumsi banyak orang asalkan pemerintah juga berperan turut andil dalam memudahkan masyarakat untuk mengembangkan usahanya agar bisa tembus ke pasar luar negeri sehingga dapat meningkatkan perekonomian dibidang bisnis di indonesia

Bank BUMN ingin Ekspansi ?

13.53 0 Comments A+ a-

Saat pagi tadi saya membuka media online ada topik yang bagi saya cukup menarik tentang Bank BUMN , nah tentu pasti setiap orang sudah banyak tahu Bank yang usahanya milik negara apa saja...
terkait dengan berita Bank BUMN ingin berekspansi ke luar negeri seperti kabar yang di lansir dari Sumber Kompas

sedikit kutipannya

"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, sejumlah bank milik negara sudah siap menggelar ekspansi ke sejumlah negara. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia.
sejumlah bank badan usaha milik negara (BUMN) telah menyatakan kepada OJK, tengah menyiapkan pembukaan kantor cabang baru di luar negeri. BNI misalnya, dalam waktu dekat akan membuka kantor cabang di Korea Selatan (Korsel)." kata Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK

Sementara, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia akan membuka kantor cabang di Malaysia. "Untuk Malaysia, Insya Allah Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia akan masuk tahun depan," tutur Muliaman, di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (18/12/2014). Muliaman bilang, kesepakatan resiprokal atau azas kesetaraan dengan pihak Malaysia sedang disiapkan dalam waktu dekat.

Menembus Batas !
 

kalo pendapat saya mengenai topik tsb itu merupakan progress baik jika bank BUMN berekspansi (memperluas) cabang di luar negeri , entah mungkin ada pengaruh dari aspek hubungan bilateral dua negara sehingga terjalin kerja sama di berbagai sektor mungkin di sektor perekonomian , dan pembangunan dll.
bila nanti bank BUMN tsb bisa terrealisasikan membuka kantor cabang diluar negeri semoga dengan adanya progress tsb bisa membawa pengaruh baik di sektor perbankan dan dunia bisnis di masa depan